Senin, 28 November 2011

Kepemimpinan Dalam Organisasi




  Dalam kenyataannya para pemimpin dapat mempengaruhi moral dan kepuasan kerja, keamanan, kwalitas kehidupan kerja dan terutama tingkat prestasi suatu organisasi. Para pemimpin juga memainkan paranan kritis dalam membantu kelompok, organisasi atau masyarakat untuk mencapai tujuan mereka. Kemudiantimbul pertanyaan yang membuat seorang pemimpinan effektif? Apa Hampir semuaorang, bila diajukan pertanyaan itu akan menjawab bahwa pemimpin yang effektif mempunyai sifat atau kualitas tertentu yang diinginkan.


  Kemampuan dan ketrampilan kepemimpinan dalam pengarahan adalah faktor penting effektifitas manajer. Bila organisasi dapat mengidentifikasikan kualitas–kualitas yang berhubungan dengan kepemimpinan, kemampuan untuk menseleksi pemimpin-pemimpin efektif akan meningkat. Dan bila organisasi dapa tmengidentifikasikan perilaku dan teknik-teknik kepemimpinan efektif, akan dicapai pengembangan efektifitas personalis dalam organisasi.



Konsep Kepemimpinan 

  Kepemimpinan adl suatu bidang pengetahuan yg baru dikembangkan orang, shg konsep atau pengertian kepemimpinan yg dikemukakan para ahli saling berbeda.  Artinya tdk ada satu definisi yg dpt diterima secara umum oleh semua pihak sbg patokan dlm berpikir.  Meski demikian, Moris dan Seaman, Shartle, LF Carter, C.A Gibb dan B.M Bass membuat pengelompokan sbb :


               1. Kepemimpinan sebagai fokus proses kegiatan
Definisi awal memandang kepemimpinan sebagai titik sentral dari segala kegiatan kelompok, proses dan perubahan yang terjadi di dalamnya. Segala tindakan kelompok akan berpedoman pada apa yang telah digariskan oleh pemimpin.

              2. Kepemimpinan sebagai kepribadian
 Kepribadian yang kokoh dari seseorang dapat menyebabkan keberhasilan dalam kepemimpinannya.  Kelompok definisi Ini menganggap bahwa yg membedakan pemimpin dg yg  dipimpin adalah karena adanya sifat-sifat yg terpuji dr pemimpin.

3. Kepemimpinan sbg suatu ketrampilan utk menuntut kepatuhan

     Kepemimpinan dianggap sebagai alat untuk membentuk  kelompok supaya patuh pada keinginan pemimpin serta menuntut kepatuhan, penghargaan, loyalitas dan kerjasama.  Kepemimpinan ini mengarah pd bentuk yg otoriter  .

4. Kepemimpinan sbg pelaksanaan pengaruh

    Kepemimpinan dianggap sebagai kegiatan untuk mempengaruhi orang2 dlm organisasi agar merubah tingkah laku utk bekerja sama dlm mencapai sasaran yg mereka inginkan bersama melalui proses komunikasi antara pemimpin dg yg dipimpin.Definisi ini mulai  meninjau kepemimpinan dari dua arah yaitu dari segi pemimpin dan yg dipimpin.
    
5. Kepemimpinan sbg suatu tindakan atau perilaku

  Definisi ini memandang kepemimpinan sbg tindakan atau perilaku dr pemimpin utk mengarahkan kegiatan2 anggota kelompoknya.

6. Kepemimpinan sbg suatu bentuk Persuasi

    Pemimpin merupakan faktor yg menentuka dalam hubungannya dg pengikut.  Dalam teori ini bentuk2 persuasif (rayuan emosi, bujukan) merupakan alat utk membentuk harapan dan kepercayaan dan byk digunakan dlm bid politik, sosial dan agama, industri bahkan militer.



Kesimpulan


   Kepemimpinan adalah kekuasaan untuk mempengaruhi seseorang, baik dalam mengerjakan sesuatu atau tidak mangerjakan sesuatu. Seseorang dikatakan apabila dia mempunyai pengikut atau bawahan.Bawahan pemimpin ini dapat disuruh untuk mengerjakan sesuatu atau tidak mengerjakan sesuatu dalam mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Semakin tinggi kedudukan seorang pemimpin dalam organisasi maka semakin dituntut daripadanya kemampuan berfikir secara konsopsional strategis dan makro. Semakin tinggi kedudukan seseorang dalam organisasi maka ia akan semakin generalist, sedang semakin rendah kedudukan seseorang dalam organisasi maka ia menjadi spesialist.
    
  Teori generis, teori sosial dan teori okologis adalah teori yang mengemukakan lahirnya/timbulnya seorang pemimpin, sedangkan tipe-tipe kepemimpinan dapat diklasifikasikan menjadi lima tipe utama yaitu tipe otokratis,militeristis, paternalistis, karismatis dan tipe demokratis.

      Tugas utama dari seorang pemimpin adalah mengambil keputusan. Segala sesuatu yang terjadi dalam organisasi sebaiknya adalah karena diputuskan demikian, bukan karena secara kebetulan terjadi. Semakin tinggi kedudukan seseorang dalam organisasi maka semakin besar bobot dari keputusan yangdiambilnya meskipun sering ke putusan tersebut bersifat umum dan kwalitatif.Dalam sebuah organisasi harus selalu terdapat pendelegasian wewenang.Hal ini disebabkan karena keterbatasan-keterbatasan dari manajer dalam
melaksanakan tugasnya.
     


Sumber : library.usu.ac.id/download/fe/manajemen-friska.pdf
Sumber : www.mediafire.com/?pageti75elesi3u


0 komentar:

Posting Komentar