Senin, 29 November 2010

Allah swt berfirman :

"Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya." (Qs/ Al-Anbiyaa : 33)
  
    Pada zaman kuno, hampir semua ilmuwan dan filsuf meyakini bahwa matahari,  bulan, bintang dan semua planet lain bergerak mengelilingi bumi yang diam. Seorang ilmuwan Yunani termahsyur, Ptolemeus (100-170 SM), myakini bahwa matahari, bulan bintang, dan semua planet lainnya bergerak mengelilingi bumi yang diam. Dan celakanya pandangan salah Ptolemeus tesebut pada akhirnya menjadi bagian dari dogma Kristen. .Yang mengerankan , tak seorang pun menyatakan keberatan dengan pandangan Ptolemeus tersebut hingga abad ke15 .

   Nicolaus Copernicus (1473-1543) adalah orang yang mula-mula menentang teori Ptolemeus, dan ia berkata bahwa bumi bergerak mengelilingi matahari. Ia adalah seorang Ilmuwan yang saleh dan taat. teorinya yang baru menjadi alat penghitung yang bermanfaat (untuk menetapkan tanggal berbagai hari suci dan sebagainya), sekalipun kaum Protestan dan Kristen Katolik Roma menganggap pernyatannya itu sebagai bid'ah. Tulisan-tulisan Copernicus ditempatkan dalam indeks sebagai buku terlarang "penentang kitab suci" hingga tahun 1835.

   Johannes Kepler (1571-1630) adalah seorang pendukung Copernicus yang menyempurnakan teori heliosentris (berpusat pada matahari). Ada sedikit kekurangan dalam pandangan Copernicus, yakni ia meyakini bahwa orbit berbagai planet adalah bulat tetapi sesungguhnya bulat telur sebagaimana disadari oleh Kepler. Keteguhan Kepler dalam mencari hukum alam yang benar pada akhirnya membuat dia terkenal dan tiga hukum gerakan planet membuatnya dikenal sebagai ilmuwan hebat dalam sejarah.

   Dalam ayat suci dia tas , Qs . Al-Anbiyaa : 33 , Allah swt telah berfirman dengan sangat jelas bahwa matahari, bumi, bulan, dan planet-planet lainnya, bintang-bintang, satelit,dan sebagainya, semuanya bergerak dalam orbit mereka masing-masing. Sebelum meyebutkan bahwa semuanya bergerak, dalam ayat yang sama dikatakan, " Dialah yang menciptakan siang dan malam" artinya, perubahan dari siang ke malam dan sebaliknya adalah karena gerakan bumi. Dengan demikian, segala sesuatunya bergerak ke dalam orbit masing-masing sesuai dengan gerakan orbit, dan dalam ayat yang sama, siang dan malam berubah karena gerakan bumi yang berhubungan dengan gerakan bumi yang berputar demikian juga yang lainnya (matahari, bulan,planet, bintang-bintang, semuanya juga memiliki gerakan berputar). Betapa menakjubkannya bahwa Al-Qur'an telah mengungkapkan fakta ini 14 abad yang lalu, yang kemudain semua itu baru diketemukan dan disadari pada zaman modern. dalam hal ini , Allah swt Berfirman :

  "Dan perumpamaan orang yang meyeru orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain panggilan dan seruan saja. Mereka tuli,bisu dan buta , maka merea tidak mengerti." (Qs. Al-Baqarah: 171)

  "Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu lenyap. Dan kecelakaanlah bagimu desebabkan kamu mensifatinya." 
(Qs. Al-Anbiyaa: 18)





Sumber : EINSTEN aja BACA QUR'AN , KARYA : MD ANISUR RAHMAN

0 komentar:

Posting Komentar