Minggu, 11 Desember 2011

    Biasanya sering banget th ada acara fogging buat membasmi jentik nyamuk di selokan bahkan di bak kamar mandi  , tapi sebagian orang fogging itu malah membuat nyamuk menjadi kebal :( , kali ini ada cara tradisional untuk membunuh jentik nyamuk tersebut :D
    Dulu ketika ada anak kecil mimisan (keluar darah dari hidung), dengan sigap orang tua akan memetik daun sirih, melipat dan menggulung, lalu dimasukin ke hidung, kemudian darah akan berhenti mengucur.

     Kini ritual itu pun berlangsung kembali. Hanya saja kali ini si orang tua memetik daun sirih tidak untuk menyetop mimisan, tetapi untuk menghentikan calon makhluk pengisap darah. Daun beraroma khas ini digunakan untuk menumpas jentik nyamuk. Ketika musin hujan , kita sering diimbau untuk mewaspadai jentik nyamuk , khususnya Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus, penyebab wabah demam berdarah dengeu (DBD). Beragam produk insektesida ditabalkan sebagi menumpas kedua jenis nyamuk tadi. Namun, insektidisa ditengarai berdampak negatif terhadap lingkungan, selain dapat menumpas predator dan membuat serangga resisten. Alhasil ditolehkan pemusnahan secara alami.

    Alternatif dari alam ini sudah sering digunakan. Hasilnya memang kalah kuat dibanding dengan insektisida kimia. Tumbuhan yang digunakan umumnya mengadung zat-zat semacam niketin, piretin menjadi senyawa-senyawa yang tidak berbahaya bagi umat manusia dan lingkungan setelah digunakan. Penelitian tentang insektisida alamiah dalam upaya mengendalikan serangga , khusunya pada stadium jentik, pertama kali dirintis oleh Campbell dan Sulivan tahun 1933. Selanjutnya berturut-turut Harzel tahun 1948,  Amongkas Sifagus dan Fred W.L (1974) di University of Kentucky, Lexington, telah menghasilkan penelitina bahwa ekstrak daun kemangi (olium basikicum) pada dosis 100 ppm (bagian persejuta) dapat menghambat pertumbuhan jentik Aedes Aegypti.
     Beberapa penelitian tadi menguatkan behwa tanaman tertentu tenyata memilki zat beracun bagi serangga. Salah satunya sirih, yang nama botaninya Paper betle (L) atau Chaica Betle (L) yang termasuk dalam famili Piperaceae. Dari hasil penelitian , ekstrak daun sirih dapat digunakan sebagai insektisida alami dalam upaya membasmi jentik nyamuk Aedes Aegypti.Dalam daun sirih terkandung beberapa senyawa , seperti minyak atsiri, zat pemyamak cineole, dan yang terpenting senyawa alkoloid. Senyawa terkahir inilah yang nantinya dapat digunakan untuk membasmi jentik nyamuk dengan cara kerja mirip bubuk abate.

   
   Bagaimana memperoleh ekstrak daun sirih ? Pertama , daun sirih 1/2 kg dicuci , kemudian ditiriskan di tampah hingga kering. Daun yang sudah kering digiling atau dibelnder hingga berbentuk serbuk. Dari situ akan diperoleh sekitar 43g serbuk daun sirih. Kedua , masukan serbuk ke dalam wadah (becker glass) dan tambahkan alkohol 95% sebanyak dua liter sehingga serbuk terendam. Aduk dan diamkan selama 24 jam . Setelah itu, saringlah dan godok atau panaskan hasil saringan tadi selama satu jam. Baru setelah itu diamkan selama seminggu. Masukan ekstrak yang telah jadi itu ke dalam wadah atau botol dan siap untuk digunakan.Bahan itulah yang nantinya digunakan untuk membasmi jentik Aedes Aegypti sebelum sempat beranjak dewasa. cara menggunakannya mirip kita menaburkan abate di genangan air. Cukup dengan konsentrasi rendah, jentik sudah mati.
    Cara tersebut adalah cara alami dengan bahan alami jadi tidak berbahaya bagi manusia tapi jika kita tidak ingin ada jentik nyamuk kita dapat mencegahnya dengan Menutup bak Kamar mandi ,  Mengubur benda benda yang dapat menjadi genangan air , dan Menguras Bak kamar mandi seminggu sekali , upaya tersebut disebut 3M , jadi penggunaan bahan kimia perlu dikurangi :D


Sumber : Disadur dari BUKU BAHASA INDONESIA SMA DAN MA KELAS XII PROGRAM IPA DAN IPS , KARYA : IGN. SUKASWORO , R.SUWIGNYO, C. SARTINI, ARIF BUDIYANTO, artikel Budi Imansyah S. Intisari Januari 2005




0 komentar:

Posting Komentar